Pembatasan BBM Kebijakan Panik

Posted on Februari 7, 2008. Filed under: Sosial |

JAKARTA, KAMIS – Kebijakan Panik. Itulah tanggapan mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli mengenai kebijakan pembatasan BBM yang akan diterapkan pemerintah di Jabodetabek mulai Mei 2008 mendatang. Ia mengatakan, mekanisme penjatahan tidak akan berjalan efektif dan menimbulkan berbagai permasalahan baru.

“Saya mohon maaf, kalau harus mengatakan bahwa jatah-jatahan itu kebijakan panik. Pengalaman di negara lain, sistem penjatahan akan efektif kalau birokrasinya bagus. Dalam konteks Indonesia, yang birokrasi maupun sistem masih seperti ini, model penjatahan itu akhirnya akan menimbulkan masalah lain, misalnya, antrean. Ini mengingatkan kita sepertinya negara dalam suasana gawat darurat,” kata Rizal saat dihubungi Kompas.com, Kamis (7/2).

Sejak 6 bulan terakhir, pakar ekonomi ini menilai pemerintah terlalu sibuk melakukan self-denial (bantahan), seolah-olah negara dalam kondisi baik. Misalnya, kata Rizal, pemerintah membantah resesi di Amerika dengan subprime mortgage-nya hanya berdampak kecil pada Indonesia. Tapi, ketika kondisi justru sebaliknya, langsung panik, mengadakan perubahan anggaran, dan semua angka diubah besar-besaran. “Padahal statement dari ekonom-ekonom di pemerintahan pada November-Desember tahun lalu, masih super-super percaya diri,” katanya.

Kebijakan pembatasan BBM ini, juga dikatakan Rizal sebagai bentuk ketidakberanian pemerintah memikul bebannya sendiri, dan mengalihkan beban tersebut kepada rakyat. Langkah efektifnya, lanjut dia, pemerintah harus berani melakukan renegosiasi beban utang luar negeri dan mengurangi bunga rekapitulasi bank yang jumlahnya melebihi Rp100 triliun.

“Kalau istilah jawanya, jangan mau enaknya dewe, kalau ada masalah terus dibebankan pada rakyat. Dalam suasana sulit seperti ini, harus ada prinsip bagi beban. Jangan hanya rakyat saja yang susah, pemerintahnya malas mikir,” pungkas Rizal

Saya baca berita ini ketika sedang OL di www.kompas.com. Sewaktu membaca saya sepertinya sudah akan merasakan nantinya sulitnya membeli BBM. Tidak puas menaikkan harganya, sekarang dilakukan pembatasan. Lalu bulan depan apa? Penyetopan??–

Kalau ada enaknya pemerintah tidak mau bagi2, kalau susah aja Sebarin dech ke rakyat. Yang susah ya rakyat2 kaya kita gini, mereka ci enak BBM dapat langsung tanpa bayar, tanpa antri.uuuhh

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: