Pujian dan “Cacian” Berseliweran Lewat SMS

Posted on Februari 6, 2008. Filed under: Uncategorized |

Begitu mantan Presiden Soeharto menutup napasnya, Minggu (27/1), pukul 13.10, segera saja pesan singkat berseliweran, termasuk ke telepon Redaksi Kompas. Tidak hanya mengabarkan kepergian Soeharto, tetapi banyak juga yang memberi komentar. Berikut beberapa di antaranya.

”Semua pihak mengenang jasa dan kebaikan Soeharto dan mengubur kekurangannya dengan semangat mikul dhuwur mendhem jero. Suradira jayaningrat, lebur dening pangastuti. Mari kita kenang jasa dan kebaikannya. Semoga wafatnya Pak Harto melebur semua prasangka, dendam, kebencian, dan hujatan”.(Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Anas Urbaningrum)

”Jutaan manusia dengan cap Yahudi tewas di tangan Hitler dan jutaan lagi dengan cap komunis di tangan Soeharto. Di Jerman proses ’hukum’ atas pembantaian itu diadili, di Indonesia, jenderal-jenderal tua malah tertawa sambil main golf”. (Beathor Suryadi, dipenjara lima tahun dipenjara karena bergabung di Komite Mahasiswa Penurunan Tarif Listrik 1989)

”Tidak boleh ada dendam dalam pengusutan kasus hukum Soeharto serta meminta kepada masyarakat tetap mempercayakan penyelesaian hukum sepenuhnya ke pemerintah”. (Ketua F-PPP Lukman Hakim Saifuddin)

”Turut berdukacita, tapi tetap mengharapkan penegakan hukum. LPR-KROB tetap menuntut diadilinya mantan Presiden RI Jenderal ’Besar’ HM Soeharto secara in abstaintia, baik secara pidana karena perbuatan kriminal maupun secara politik sebagai pelaku kejahatan kemanusiaan terhadap rakyat dan bangsanya sendiri”. (Lembaga Perjuangan Rehabilitasi Korban Rezim Orde Baru sebagai korban G 30S 1965, ditandatangani Ketua Umum Sumaun Utomo)

”Bangsa Indonesia marilah bersama mendoakan pahlawan Bapak Pembangunan. Jangan lupakan jasa-jasanya. Merdeka selalu sepanjang masa”. (Johnsis Kurniawan S, Kelas VIII-2 SLTP Budi Mulia Bogor, ditulis berupa puisi)

”Soeharto tak akan sembunyi dari tanggung jawab dan mau diadili. Hanya pihak-pihak tertentu menghalangi dan mencari kelemahan hukum bahwa Soeharto sakit/lupa ingatan permanen. Sekarang masuk area abu- abu. Berbeda dengan diktator di negara lain, semua selesai dan keluarga tak menanggung beban”. (Mantan aktivis Andi Arief)

”Turut berdukacita atas meninggalnya Jenderal Soeharto yang telah menjadikan kita pejuang demokrasi. ’Bu, berikan aku keberanian, esok aku mau demonstrasi’”.

Lalu dimana posisi anda?

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: