kasus hukum adelin lis part 3

Posted on Januari 27, 2008. Filed under: Uncategorized |

ini mungkin berkaitan tentang pendapat saya tentang kejanggala-kejanggalan yang ada

Bebasnya Adelin Lis telah menjadi isu publik yang paling mengherankan bagi banyak pihaknya. Melihat berbagai kerusakan yang ada, beberapa laporan-laporan pelanggaran administratif, dan juga dugaan korupsi yang sudah diduga kuat oleh para penyidik, bebasnya Adelin lis sungguh di luar dugaan.Polri dan Kejaksaan yang menyelidiki kasus ini, dibuat kaget oleh keputusan majelis hakim yang mengeluarkan putusan bebas pada Adelin Lis. Banyak pihak yang mempertanyakan keputusan tersebut termasuk Polri dan Kejaksaan. Bahkan Kejaksaan melalui Jaksa Agung, Hendarman Supardji, sempat mengatakan akan mengajukan eksaminasi.

            Ditengah banyaknya keraguan terhadapan putusan majelis hakim yang memvonis bebas Adelin Lis, banyak juga pihak yang meng”appreciate” keputususan hakim tersebut. Setelah melihat semua berkas yang terkait, majelis hakim dinilai tidak menyalahi sedikitpun ketentuan dan prosedur hukum. MA berencana menaikkan jabatan para hakim tersebut. Bahkan ada sebuah organisasi yang menyebut diri peduli hukum memberi penghargaan pada para hakim tersebut, karena dinilai tidak terkena intervensi dan menyalahi prosedur hukum. Lalu setelah melihat kenyataan yang ada, siapa lagi yang harus bertanggung jawab atas kasus tersebut. Jaksa dan Polri yang sebelumnya “menyalahkan” para hakim, dibuat kaget dengan kejadian tersebut. Buntutnya Komisi Yudisial berencana memeriksa para Hakim, namun ditolak oleh MA karena KY dinilai tidak punya wewenang.

MA balik menuduh Kejaksaan yang bertanggung jawab dalam kasus ini. lemahnya bukti yang dilaporkan Kejaksaan diduga menjadi sebab utama dalam kasusu ini. JPU selalu berasumsi pelanggaran administratif secara otomatis akan menjadi pelanggaran pidana. Aspek lain terkait sulitnya pembuktian hukum lingkungan adalah berubahnya kualitas alat bukti karena pengaruh waktu dan perlakuan. Mungkin ini adalah beberapa sebab yang dinilai menjadi kelalaian Jaksa. Buntutnya Jaksa Agung memutasi dua Jaksa yang mengurus kasus ini.            Melalui contoh pada kasus ini, ada baiknya kita belajar bahwa segala putusan Hakim yang kontrovesial tidaklah selalu salah. Tugas Hakim hanyalah menentukan salah tidaknya perkara setelah mempelajari berkas dan bukti-bukti yang diserahkan Kepolisian dan Kejaksaan selaku penyidik. Pertanyaan muncul kepada Polri selaku pengumpul bukti dilapangan dan juga Kejaksaan. Yang terjadi Polisi dan Kejaksaan saling tuduh, seorang penyidik dari Kepolisian menyatakan keheranannya atas dihapuskannya Pasal 12 dan 13 Undang-Undang Pemberantasan Korupsi oleh jaksa. Padahal, ujar sumber tersebut, pasal yang diajukan polisi itu kuat untuk menjebloskan Adelin ke bui. Sumber yang juga salah satu pejabat penting di Polda Sumatera Utara itu menyesalkan pula jaksa yang tidak meminta video kerusakan hutan yang dilakukan Adelin. ”Dari dulu, kami siap menyerahkan video itu. Karena salah satu alasan hakim adalah tidak adanya bukti seperti foto, video atau lainya.

           

Beberapa kejanggalan terungkap, Kepolisian seharusnya sudah mengantongi bukti kuat sebelum ingin membawa kasus ini, begitupun dengan Kejaksaan. Jadi kalau Polri mengatakan ada konspirasi dibalik vonis bebas Adelin Lis, jangan-jangan Polri yang dimaksud. Begitu pun dengan Kejaksaan, surat Dakwaan yang dinilai lemah dan menyalahi prosedur telah merusak kredibilitas Kejaksaan.

            Kejanggalan lain terjadi ketika Adelin Lis dinyatakan bebas. Adelin Lis divonis bebas pada 5 November, padahal surat bebas tertanggal 1 November. Ini memungkinkan adanya perencanaan untuk membebaskan Adelin Lis sebelum divonis Hakim. Tentang waku pembebasan Adelin Lis juga sangat berbeda, Adelin Lis dibebaskan dari sel pada pukul 23.00 WIB. Belum pernah ada tahanan yang keluar pada jam tersebut. Lalu esok harinya ketika Polisi akan memintai keterangan mengenai kasus barunya tentang Money Laundring, Adelin Lis telah hilang dan dinyatakan Buron. Ada apa dengan semua ini?

            Semua tampak seperti sebuah sandiwara yang telah tersusun rapi dan indah layaknya sebuah skenario. Pihak-pihak terkait hanya saling tuduh dan membenarkan diri sendiri untuk mencari simpati masyarakat. Apapun alasannya, Adelin Lis telah bebas dan telah menjadi buron. Penangkapan “dramatis” di China sepertinya sia-sia.

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: